Bagaimana Caranya Untuk Bisa Mengampuni Suami atau Istri

Apa Itu Mengampuni ?

Banyak orang salah kaprah dengan yang namanya mengampuni. Misalnya:

  1. Mengampuni itu sama dengan menerima perlakuan orang lain yang telah menyakiti kita. Kita masih bisa mengampuni tanpa harus menerima perlakuan buruk dari orang lain. Perlakuan buruk tetap harus dihentikan, dan tindakan yang melanggar hukum tetap perlu dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. Namun itu tidak mencegah kita untuk mengampuni kesalahan pasangan kita.
  2. Kesalahkaprahan yang kedua adalah yang berpikir bahwa mengampuni itu sama dengan melupakan. Sebagai seorang manusia yang Tuhan anugerahkan otak yang hebat, manusia tidak bisa melupakan sepenuhnya kejadian yang telah terjadi, apalagi kejadian yang traumatis dan membuat shock. Kecuali ia mengalami penyakit seperti demensia, Alzheimer, atau mengalami kecelakaan yang merusak otak, manusia tetap akan dapat mengingatnya.
  3. Mengampuni itu juga sering disamakan dengan rekonsiliasi. Kalau memang mengampuni sama dengan rekonsiliasi, bagaimana dengan tindak kejahatan teroris misalnya, di mana seseorang melakukan bom bunuh diri dan membunuh seorang ibu? Bagaimana caranya suaminya bisa rekonsiliasi dengan orang yang sudah tewas meledakkan diri? Mengampuni tidak ada urusannya dengan orang yang telah menyakiti kita. Mengampuni adalah urusan kita dengan diri kita sendiri.

Dari berbagai definisi pengampunan yang ada, definisi mengampuni yang paling tepat adalah: Dengan sengaja mengabaikan kemarahan dan respon lain (yang merupakan hak kita), dan terus-menerus berusaha keras untuk meresponi orang yang berbuat kesalahan dengan murah hati, dan cinta kasih sehingga tidak ada hukuman apapun lagi yang perlu dilakukan olehnya untuk membayar kesalahannya.”

Pengampunan akan sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri, apabila dilakukan sepaket dengan apa yang disebut dengan let go (melepaskan). Yaitu: melepaskan kepahitan yang terjadi sehingga saat kita mengingat kejadian tersebut kita tidak lagi merasa sakit.

Mengapa kita perlu mengampuni pasangan kita?

Bicara tentang pengampunan, selalu lebih mudah bicara daripada dikerjakan. Mengampuni itu salah satu hal sederhana yang paling sulit untuk dilakukan manusia. Apalagi kalau hal itu menyangkut kesalahan dengan pasangan. Orang yang paling dekat dengan kita selalu merupakan orang memiliki potensi yang paling besar untuk menyakiti kita dengan sangat.

Orang yang paling dekat dengan kita selalu merupakan orang memiliki potensi yang paling besar untuk menyakiti kita dengan sangat.

Tetapi waktu kita mengampuni dan melepaskan kepahitan kita, riset menunjukkan banyaknya manfaat yang akan kita alami:

  1. Orang yang belajar mengampuni akan mengalami lebih sedikit amarah, kepahitan, depresi dan kecemasan.
  2. Orang yang mengampuni memiliki kesehatan jantung yang lebih baik dan lebih jarang merasakan sakit maag dan sakit kepala akibat lebih jarang stress.
  3. Mereka memiliki kesehatan emosi dan fisik yang lebih baik dan karenanya hidup lebih lama.

Selain dari 3 dampak kesehatan mental dan fisik tadi, mengampuni juga merupakan salah satu hal yang diajarkan oleh semua agama. Mengampuni selalu memberikan dampak positif bagi spiritualitas kita. Dapat dikatakan bahwa orang yang mengampuni adalah orang yang lebih dekat dengan surga.

Maka, tatkala kita merasa kesulitan untuk mengampuni pasangan kita, ingatlah manfaat kesehatan fisik, emosional dan spiritual yang ditimbulkan dari forgiveness dan let go bagi diri kita sendiri. Mengampuni adalah bukan hanya untuk pasangan kita, tetapi untuk diri kita sendiri.

Mengampuni pasangan dengan AMPUNI

Kita sudah membahas tentang apa itu mengampuni dan melepaskan, dan kita juga sudah tahu manfaatnya bagi kesehatan tubuh: fisik, mental bahkan spiritual kita. Lalu apa langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk mengampuni dan melepaskan?

Masih ingat definisi pengampunan di atas?

Dari definisi tersebut, pengampunan itu adalah sebuah keputusan. Keputusan untuk mengabaikan kemarahan dan kesakitan kita, serta hak kita untuk membalas, apapun cara pembalasan kita. Pengampunan itu sederhana, adalah semata-mata mau atau tidak mau. Yang sulit adalah melepaskan kepahitan kita.

Untuk melepaskankepahitan tersebut, kita dapat menggunakan cara:

AMPUNI

A: Apa yang telah terjadi?

M: Membagi pada 2 orang yang dapat dipercaya

P: Pengharapan apa yang hilang?

U: Ubah kisah pilu menjadi kisah pengampunan

N: Niat positif penting untuk pemulihan

I: Ingat juga hal-hal baik yang terjadi kepada kita

Semoga bisa bermanfaat dan selamat menikmati hari-hari dengan penuh cinta.